{"id":15,"date":"2026-10-12T10:57:48","date_gmt":"2026-10-12T10:57:48","guid":{"rendered":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/?p=15"},"modified":"2026-10-12T10:57:48","modified_gmt":"2026-10-12T10:57:48","slug":"mengulik-kiprah-koperasi-gupon-sekar-langit-magelang-kembangkan-produk-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/2026\/10\/12\/mengulik-kiprah-koperasi-gupon-sekar-langit-magelang-kembangkan-produk-organik\/","title":{"rendered":"Mengulik Kiprah Koperasi Gupon Sekar Langit Magelang Kembangkan Produk Organik"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu binaan <a href=\"https:\/\/bisnis.espos.id\/bi-sebut-optimisme-konsumen-terhadap-ekonomi-dalam-negeri-tetap-kuat-1956604?_gl=1*10vnhgd*_ga*MTYzMzAwMzc5MS4xNzAyODE4ODMz*_ga_N48JD3Q0D2*MTcyMTk1NDYzNi4yNzguMS4xNzIxOTU0NjQ4LjAuMC4xMDc0MjQ3Mzgw\">Bank Indonesia<\/a> (BI), Koperasi Produsen Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekar Langit, memiliki komitmen untuk mengembangkan padi organik dengan konsep berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melibatkan lebih dari 1.500 petani, saat ini Gupon Sekar Langit telah menyasar pasar hingga luar pulau Jawa. Saat ini Gupon Sekar Langit juga tengah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi internasional pada produknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gupon Sekar Langit terbentuk pada 2014 lalu. Dengan melibatkan para petani, Gupon Sekar Langit memiliki komitmen bersama untuk memproduksi beras organik. Gupon Sekar Langit pada 2023 lalu meraih penghargaan pada ajang BI Awards untuk kategori Kinerja Klaster Tanaman Pangan Terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Koperasi Produsen Gupon Sekar Langit, Grabag, Magelang, M. Miftakhul Fuat, mengatakan saat ini Gupon Sekar Langit miliki anggota sebanyak 1.579 petani dari 33 kelompok tani yang tersebar di 11 desa di Kecamatan Grabag, Magelang. Lahan yang digarap sekitar 771 hektare.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada alasan tersendiri tentang pelibatan para petani yang tersebar di 11 desa tersebut. Menurutnya dengan semakin banyak yang terlibat, akan semakin menguatkan produksi. Namun hal itu juga perlu didukung dengan petani-petani yang memiliki komitmen dan visi, misi serta keinginan yang sama dalam pengembangan pertanian organik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Jadi dengan banyak desa yang terlibat akan semakin banyak orang-orang pilihan yang terlibat. Kalau pembinaan hanya satu desa ya mungkin hanya 5-10 orang yang datang, itu pun belum tentu semua fokus, denga begitu pembinaan tidak berjalan optimal,&#8221; kata dia kepada wartawan saat dikunjungi di lokasi pengolaham hasil panennya di Jl. Sunan Geseng, Dusun Ngleter, Desa Tlogorejo, Grabag, Magelang, Jumat (12\/7\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, dengan banyaknya kelompok tani yang terlibat, tentunya lahan yang dikerjakan juga akan lebih luas. Luas lahan tersebut juga berdampak pada hasil panen yang lebih banyak, sehingga ketika ada permintaan yang besar, stok akan lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanian yang dikembangkan Gupon Sekar Langit bisa dikatakan menggunakan konsep terpadu atau berkelanjutan. Bukan hanya pertanian, koperasi tersebut juga mengelola peternakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik. Sedangkan sisa atau limbah dari tanaman yang dikembangkan termasuk sayur bisa digunakan untuk pakan ternak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Jadi yang kami lakukan memang sesederhana itu. Di mana akhir dari peternakan adalah awal dari pertanian dan akhir pertanian juga awal peternakan. Kemudian masing-masing memiliki nilai ekonomi,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini Gupon Sekar Langit telah mengembangkan benih secara mandiri, pupuk secara mandiri dan proses pasca panen secara mandiri. Untuk distribusi saat ini juga tidak lagi menggunakan pihak ketiga. Bahkan Gupon Sekar Langit juga tengah bersiap untuk sertifikasi internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Untuk keamanan ekspor, kami juga difasilitasi BI [Bank Indonesia] Jawa Tengah,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikatakan saat ini distribusi sudah menyasar sejumlah wilayah, termasuk Samarinda dan Bali. Kemudian untuk produksi per hari rata-rata 3 ton. Meski begitu dia menjelaskan penjualan produk mengalami penurunan drastis saat ini. Setelah dampak pandemi Covid-19, isu geopolitik global termasuk konflik Israel-Palestina juga memberikan dampak signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mangatasi kondisi tersebut, Gupon Sekar Langit meningkatkan produksi pada produk premium untuk meningkatkan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Novi Elia Rahmawati, mengatakan ketika bicara hasil produksi, pertanian organik dan nonorganik akan memiliki perbedaan signifikan. Menurutnya mungkin petani akan merasa hasil pertanian organik akan lebih sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, dilihat dari pertumbuhannya, kalau dengan pupuk kimia akan terlihat lebih pesat pertumbuhannya. Dia mengatakan ketika lahan sudah teradaptasi dengan pola organik, maka sekitar tiga-empat tahun akan bisa terlihat hasilnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Jadi secara hasil, di tahun pertama kedua tentu tidak akan sebanyak penanaman nonorganuk atau dengan pupuk kimia. Tapi ketika dilakukan konsisten, di tahun ke tiga dan seterusnya hasilnya mulai kelihatan. Jadi yang berat itu mempertahankan konsistensi petani. Jika pola tersebut dijalankan dalam waktu lama, bahkan hasilnya bisa melebihi yang nonorgani,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai perbandingan, pada tanaman nonorganik hasilnya bisa mencapai 6,5 ton-6,7 ton per hektare. Sedangkan untuk pertanian organik yang telah konsisten dikembangkan lebih dari tiga tahun bisa mencapai 7 ton per hektare. Sementara untuk lahan pertanian organik di Grabag saat ini masih sekitar 6,5 ton per hektare. Hal itu disebabkan kondisi lahan yang berupa terasering, atau dengan petak-petak yang kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Peluang dan Tantangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, Kepala Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan (PRHP) Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Dwinita Wikan Utami, menyampaikan seiring dengan lifestyle saat ini mulai banyak orang beralih yang berkaitan dengan makanan sehat dan organik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Prinsip organik berkaitan dengan tiga aspek yaitu pertama aspek lingkungan, bagaimana mempertahankan biodiversitas baik menyangkut lingkungan di tanah ataupun di udara. Kedua aspek sosial, bagaimana kita menciptakan makanan yang lebih sehat, tanpa bahan kimia dan sebagainya. Ketiga, produk yang berlabel organik diharapkan memiliki nilai jual atau daya saing yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan,&#8221; ujarnya pada acara Sharing Session HortiEs Talk#6 yang dihelat Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan (PRHP) bertajuk Sistem Pertanian Organik dan Prospeknya di Indonesia, pada Rabu (7\/6\/2023) secara virtual, dilansir dari laman resmi BRIN, Rabu (17\/7\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan, Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, &nbsp;Agus Wahyudi dalam forum yang sama menyampaikan permintaan produk organik di Indonesia menurut data statistik pertanian organik Indonesia tahun 2019, yang paling besar adalah sayuran mencapai 23%, kemudian beras sekitar 21%. diikuti dengan produk lainnya seperti buah-buahan, telur, susu dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa tantangan yang dihadapi untuk mencapai peluang yang diharapkan, pertama, adopsi dan sertifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya produk organik ini memerlukan kesadaran dan pemahaman yang baik terutama bagi produsen, kemudian pra sertifikasi perlu kelompok hamparan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi. Dilanjutkan dengan sertifikasi, perlu organisasi petani dan biaya sertifikasi, lalu pengelolaan perlu organisasi untuk pelaksanaan dan pengawasan ketat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, produktivitas yang dalam jangka pendek produktivitasnya lebih rendah dari yang konvensional tetapi dalam jangka panjang akan mengalami peningkatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa produktivitas lebih rendah ini menyebabkan biaya produksi lebih tinggi tetapi sebenarnya produknya lebih berorientasi kepada kualitas. Daya saingnya juga lebih rendah sehingga ada satu keharusan produk tidak dipasarkan di pasar komoditas tetapi harus masuk ke niche market.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, pemasaran di niche market. Agus menyampaikan ada tiga marketing strategi yang harus dilakukan sebelum masuk ke niche market yaitu segmentation, basisnya yaitu pendapatan, wilayah dan literasi, kemudian targeting yang cocok untuk produk organik tersebut dan positioning produk tersebut merupakan pangan sehat, aman dan ramah lingkungan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat, Teknologi penggunaan input internal dan kelembagaan diantaranya yaitu varietas non Genetically Modified Organism (GMO), &#8220;Harus respon terhadap pupuk organik\/hayati dan tidak rentan terhadap hama\/penyakit,&#8221; ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian pupuk dan pestisida, harus bisa mengembangkan teknologi produksi pupuk organik\/hayati dan pestisida organik. selanjutnya kelembagaan dengan penguatan organisasi petani untuk peningkatan literasi pertanian organik dan kemitraan dengan lembaga riset dan inovasi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelima, peran pemerintah dengan penyediaan benih untuk pertanian organik, peningkatan literasi teknologi pertanian organik, peningkatan literasi produk organik kepada konsumen, penyediaan akses biaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berharap kedepannya untuk BRIN harus melepas dan merakit varietas-varietas untuk pertanian organik yang respon terhadap pupuk organik dan relatif toleran terhadap hama dan penyakit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu binaan Bank Indonesia (BI), Koperasi Produsen Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekar Langit, memiliki komitmen untuk mengembangkan padi organik dengan konsep berkelanjutan. Melibatkan lebih dari 1.500 petani, saat ini Gupon Sekar Langit telah menyasar pasar hingga luar pulau Jawa. Saat ini Gupon Sekar Langit juga tengah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi internasional pada produknya. Gupon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions\/17"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/guponsekarlangit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}